Review Film Kuroko Basketball The Movie: Last Game

Review Film Kuroko Basketball The Movie: Last Game

Kuroko Basketball The Movie: Last Game (劇場版 黒子のバスケ LAST GAME Gekijō-ban Kuroko no Basuke Rasuto Gēmu) adalah film animasi Jepang tahun 2017 dari produsen Bandai Visual dan distribusikan oleh Shochiku. Ini adalah film pertama dalam franchise Kuroko’s Basketball, dibuat oleh Tadatoshi Fujimaki. Hal ini dijadwalkan akan dirilis pada Bioskop Jepang pada 18 Maret 2017. Lagu penutup dari movie ini adalah “Glorious days” yang dinyanyikan oleh GRANRODEO. Film ini dibuka di Jepang pada tanggal 18 Maret di 91 layar. Perusahaan ini menjual 124.000 tiket pada akhir pekan untuk 190 juta yen (sekitar US$ 1,7 juta). Film ini menempati peringkat ke-6 yang hadir dalam rata-rata per layar di akhir pekan pembukaannya telah dikalahkan oleh Pretty Cure Dream Stars! oleh Izumi Todo yang debut di minggu yang sama dan mengalahkan Sword Art Online The Movie: Ordinal Scale oleh Reki Kawahara dan Kimi no Na wa. oleh Makoto Shinkai.

Mungkin di antara kalian belum mengetahui apa itu anime? jadi anime itu adalah animasi dari Jepang yang digambar dengan tangan maupun menggunakan teknologi komputer atau lebih singkatnya Anime merupakan suatu istilah yang digunakan pada karya animasi asal Jepang. Kata anime merupakan singkatan dari “animation” di dalam bahasa Inggris, yang merujuk pada semua jenis animasi. Di luar Jepang, istilah ini digunakan secara spesifik untuk menyebutkan segala animasi yang diproduksi di Jepang. Meskipun demikian, tidak menutup kemungkinan bahwa anime dapat diproduksi di luar Jepang. Beberapa ahli berpendapat bahwa anime merupakan bentuk baru dari orientalisme. Di luar Jepang, penggunaan istilah anime kemudian dikhususkan pada animasi produksi negara Jepang. Anime bisa berupa animasi dengan teknik tradisional (kartun, teknik menggambar dengan tangan) atau pun animasi dengan teknologi komputer (3D, CGI). Anime menjadi sangat populer di era modern ini. Banyak anime terbaik dunia yang dirilis dan beredar di seluruh dunia. Beberapa anime populer mulai dari anime lama seperti Dragon Ball, One Piece atau Naruto hingga anime-anime baru seperti Attack on Titan, Sword Art Online atau One Punch Man. Jangan menyamakan anime dengan kartun dikarenakan kedua tersebut sudah berbeda dan tidak bisa dibandingkan dikarenakan anime mengandung plot yang lebih berkesan terhadap penontonnya dibandingkan animasi lainnya seperti kartun atau animasi lainnya. Anime juga didukung oleh grafis nya yang realistis dan indah. Seperti yang kalian tahu kartun merupakan film animasi juga yang membedakan adalah film kartun ini dibuat di negara barat khususnya amerika. Anime Jepang pun pada awalnya terinspirasi dari kartun buatan amerika, namun karena memiliki ciri khas yang berbeda, maka di Jepang tidak menggunakan istilah kartun dalam animasinya melainkan anime. Yang membedakan lagi adalah anime memiliki banyak perbedaan dari kartun, seperti pada gambar dan penceritaannya. Juga bisa di bilang anime juga memiliki genre-genre yang harus kalian tahu agar kalian bisa mengetahui cerita seperti apa saat kalian menonton anime. Kalian bisa melihat artikel sebelumnya tentang penjelasan anime dan genrenya. Tentu anime juga memiliki dampak positif dan negatif saat kalian senang menonton anime. Di mana dampak positif dan negatif bisa kalian lihat di artikel sebelumnya yang berjudul dampak positif dan negatif menonton anime. Sekarang saya akan review film yang berjudul Kuroko Basketball The Movie: Last Game (劇場版 黒子のバスケ LAST GAME Gekijō-ban Kuroko no Basuke Rasuto Gēmu). aplikasi judi poker online

Saya tidak akan spoiler ceritanya seperti apa yang saya akan memberitahukan intinya dari ceritanya atau sinopsis dari cerita Kuroko Basketball The Movie: Last Game (劇場版 黒子のバスケ LAST GAME Gekijō-ban Kuroko no Basuke Rasuto Gēmu). Kalian bisa menontonnya bila kalian tertarik dengan film yang berjudul Kuroko Basketball The Movie: Last Game (劇場版 黒子のバスケ LAST GAME Gekijō-ban Kuroko no Basuke Rasuto Gēmu).

Cerita Kuroko Basketball The Movie: Last Game (劇場版 黒子のバスケ LAST GAME Gekijō-ban Kuroko no Basuke Rasuto Gēmu) mengisahkan tentang Team bola basket jalanan Amerika Serikat bernama team Jabberwock (ジャバウォック Jabauokku) datang ke Jepang dan memainkan pertandingan persahabatan dengan team Jepang (Strky (スターキー Sutākī)), namun setelah tim Jepang menderita kekalahan telak, anggota team Jabberwock mulai mengejek atau menghina pemain dan team bola basket di Jepang. Komentar mereka membuat marah ayah Riko, Ayah Riko tidak menerima komentar dari team Jabberwock , dan menantang mereka untuk bertanding sekali lagi, jika kalah tim Jaberwock harus meminta maaf. Jadi dia mengumpulkan sebuah tim yang terdiri dari lima anggota Generasi Keajaiban atau Kiseki no Sedai (Generation of Miracle) yang terdiri dari Shintarō Midorima, Seijūrō Akashi, Daiki Aomine, Atsushi Murasakibara, dan Ryōta Kise ditambah lagi dengan Tetsuya Kuroko, Taiga Kagami dan pemain lainnya, mereka menyebut teamnya yang disebut dengan team Vorpal Swords (ヴォルパル・ソード Vu~oruparu sōdo), untuk melakukan Pertandingan balas dendam (リベンジ・マッチ Ribenji matchi, disebut “Revenge match”) melawan team Jabberwock yang telah mengejek atau menghina pemain dan team bola basket di jepang. Bagaimana kisah antara team Vorpal Swords dan Team Jabberwock?

Menurut pendapat saya, cerita Kuroko Basketball The Movie: Last Game (劇場版 黒子のバスケ LAST GAME Gekijō-ban Kuroko no Basuke Rasuto Gēmu) sangatlah bagus dan menarik karena film ini menceritakan tentang olahraga basket di mana kedua team tersebut memiliki sesuatu yang unik. Di setiap film pasti memiliki pesan moral sesuai dengan cerita dari film tersebut. Film ini juga terdapat pesan moral yang kalian bisa ambil,yang pesan moral tersebut akan sangat berguna untuk kalian, seperti film-film lain yang kalian nonton pasti bisa mengetahui pesan moral apa yang di sampaikan oleh cerita dari film Kuroko Basketball The Movie: Last Game (劇場版 黒子のバスケ LAST GAME Gekijō-ban Kuroko no Basuke Rasuto Gēmu). Pesan moralnya memang tidak ada di dalam film tersebut, tetapi kalian bisa mengira-ngira pesan moral di dalam film tersebut. Menurut saya sendiri, pesan moralnya adalah memang di dalam sebuah permainan pasti ada yang menang dan kalah tetapi kalian tidak boleh menghina team lawan walaupun team kalian menang karena itu bisa membuat team lawan menjadi sakit hati. Team yang jago tapi suka menghina team lain pasti akan mendapatkan pembalasan karena pasti ada team yang lebih hebat lagi dibandingkan dengan team yang suka menghina team yang kalah karena dilangit masih ada langit lagi maksudnya adalah ada team yang sudah jago pasti ada team lagi yang lebih jago lagi. Maka janganlah menghina orang lain karena nanti akan mendapatkan pembalasan yang lebih menyakitkan dibandingkan orang yang dihinanya.

Ini adalah review film Kuroko Basketball The Movie: Last Game (劇場版 黒子のバスケ LAST GAME Gekijō-ban Kuroko no Basuke Rasuto Gēmu). Semoga bermanfaat.
judi poker online dengan uang asli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *